Jumat, 13 Januari 2012

Memories of Broken Heart


Malam yang dingin ini, ditemani rintik hujan dan hembusan angin, entah mengapa ada rasa yang mengganjal hatiku, aku merindukannya, ya aku merindukannya, tanganku meraih laptop yang ada dimeja, kubuka dengan seksama, kulihat profil facebookku, lalu tanpa kumau tanganku mengklik profil facebooknya, kuperhatikan setiap status yang dia tulis, tiba-tiba mataku perih, hatiku sakit, membaca sebuah statusnya yang bertuliskan
“Dia begitu indah dimataQ sehingga m’mbuat aQ ingin brubah deemi dia……….. I LOVE U”,
Ya Allah ternyata karena perempuan itukah,,sehingga membuat dia melupakanku, karena perempuan itukah dia mengabaikanku,,Ya Allah sakit hati ini mengingatnya, dulu saat dia masih bersamaku, dia selalu bilang hanya selalu cinta dan sayang aku, dia berjanji takkan mencintai wanita lainnya, tapi apa buktinya??, dia menghilang begitu saja tanpa kabar, dan setelah aku kehilangannya tiba-tiba dia muncul kembali dan menawarkan kembali hatinya, tapi karena aku terlalu cinta padanya, aku percaya semua janjinya bahwa dia takkan menyakiti hatiku lagi,,dia akan lebih peduli dan sayang padaku,,tapi janji itu hanya bertahan 3 bulan saja,,setelah itu dia kembali menghilang dan tak kembali sampai sekarang,,sampai aku melihat statusnya,,bahwa memang aku telah terlupakan olehnya,,bahwa memang aku telah tidak berarti lagi untuknya, bahwa aku memang telah tidak dicintainya lagi,,hanya sebesar itukah cinta yang kau agung”kan dlu padaku,,saat kau bilang kau cinta aku.
Ternyata tak lebih dari sekedar omong kosong belaka dan sekarang setelah kau menemukan yang lebih cantik dariku, yang lebih baik dariku menurut hati dan mata keranjangmu,,kau campakkan aku begitu saja,,seperti baju kotor. Sampai kapanpun bekas luka yang telah kau torehkan dalam perjalanan hidupku ini akan terus membekas sampai akhir hayatku sekalipun,,dan telah kujadikan pengalaman hidup yang membawaku menjadi sesosok gadis yang kuat dan tak mudah termakan rayuan para lelaki hidung belang sepertimu, cukup kamu saja yang telah menaruhkan sayatan luka dihatiku,,tak ku izinkan yang lainnya pun melakukan hal serupa padaku, biarlah waktu yang menghilangkan semua luka hati ini.
Tak terasa air mataku telah mengaliri pipiku dengan sangat derasnya,,wahai kau yang dulu pernah singgah ditahta hatiku,,tolong jangan kau sakiti wanita lain yang kau cintai,,biar cukup aku,,aku ikhlas walaupun hatiku hancur berkeping-keping tapi aku tau Allah masih akan selalu menyayangiku walaupun kamu tidak, inilah bukti kasih sayangNya padaku.
Hujan diluar masih terus menetes seiring menetesnya air mataku,,kupejamkan mata ini,,semoga esok pagi semua rasa sakit ini akan sirna seiring hadirnya sinar mentari.
Dan akhirnya akupun terlelap dengan genangan tetesan air mata disudut mataku.
copas dari blog nya orang :D

Kasih Sayang Seorang Ayah :D


Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..


Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,

tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,

tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……

Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.

Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…

Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.


Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.

Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :

“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut…

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?

“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Kisah Sedih

Ketika kamu menjadi gadis dewasa….

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…

Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.

Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”

Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.

Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Papa tahu…..

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya….

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….

Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….

Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal…